Al-Matsurat Amalan Dzikir Pagi dan Petang Bagian 1

Sumber: Sygma Publishing
Diantara amalan-amalan dzikir dan doa populer adalah adanya amalan dzikir pada waktu pagi dan petang. Cukup banyak amalan doa dan dzikir yang biasa dilakukan oleh Rasulullah pada pagi dan petang hari. Namun dari sekian banyak amalan doa dan dzikir tersebut yang cukup populer adalah amalan Al-Ma'tsurat. Yaitu kumpulan doa dan dzikir harian yang dikumpulkan dan disusun oleh ulama Mesir, Imam Hasan Al-Banna. Imam Hasan Al-Banna sendiri dalam menyusun urut-urutan amalan Al-Ma'tsurat ini cukup rapi dan terstruktur. Sehingga cukup mudah untuk diamalkan bagi pembacanya.

Imam Hasan Al-Banna
Kepopuleran amalan dzikir Al-Ma'tsurat tentu mengundang beberapa ulama lain yang mencoba mengkritisi kitab Al-Ma'tsurat karangan Imam Hasan Al-Banna. Cukup banyak yang memperbolehkan namun tidak sedikit pula yang menganggapnya kitab bid'ah. Dan yang paling ekstrem adanya beberapa kalangan yang menyarankan agar kitab tersebut harus dibuang dan tidak patut dibaca apalagi diamalkan.

Berdasarkan penelusuran admin mengenai ke-shahih-an kitab ini, secara umum masih dapat dipertanggungjawabkan. Artinya secara konten dari bacaan doa dan dzikir yang dikumpulkan tetap dapat dipertanggungjawabkan dunia-akhirat. Namun memang dasar hadits-hadits yang dijadikan rujukan memang beberapa ditemukan dalam derajat dhaif maupun maudhu. Namun sekali lagi itu jika kita menggunakan hadits sebagai rujukan. Namun tanpa menggunakan hadits sebagai rujukan sekalipun, konten bacaan doa dalam kitab ini, terutama pada bagian Wazhifah Sughra dan Wazhifah Kubra, tetap layak untuk dijadikan amalan dzikir harian pagi dan petang.

Kitab Al-Ma'tsurat karangan Imam Hasan Al-Banna sendiri sejatinya terdiri dari lima bagian. Namun yang populer dikalangan masyarakat hanya bagian pertama (Qismul Awwal) saja yang disebut Al-Wazhifah yang mencakup Wazhifah Sughra dan Wazhifah Qubra.

Namun yang perlu diingat dan dipahami oleh pembaca adalah, meskipun secara struktur susunan yang buat oleh Imam Hasan Al-Banna sudah cukup baik, tidak berarti sususan itu adalah baku serta tidak boleh di rubah. Justru hal ini yang menjadikan kitab Al-Ma'tsurat dapat dinilai bid'ah. Jadi kitab ini sama seperti kitab-kitab dzikir lainya seperti kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, Kalimatuth Thayyibah karya Imam Ibn Taimiyah ataupun kitab-kitab lainnya, adalah merupakan alat bantu saja bagi kita untuk meningkatkan amalan baik kita. Sepatutnya isi amalan doa dan dzikir tersebut dihapalkan dan diamalkan tanpa perlu mengatakan harus begini harus begitu dalam urut-urutan bacaanya.

Lalu bagaimanakah amalan Al-Ma'tsurat yang dimaksud itu? Akan Admin publikasikan pada artikel selanjutnya. Nantikan tanggal publikasinya.

4 komentar:

  1. Saya kalau baca Al Matsurat terkadang suka dipotong2., hoho. misal Surat An Naas yang harusnya 3 kali jadi 1 kali.. soalnya saya bingung, mau tilawah juga. Jadinya ya sedikit2 tapi berlanjut langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah tetap dicatat amalnya oleh Allah SWT... aamiin

      Hapus
  2. al ma'tsurah wazifah sugro wal qubro... sy lebih baik membaca'y & tidak mau memperselisihkan. selain byk bacaan lain'y. yg baik ttp hasil akhir bgi yg mengeti.... silahkan tartilkan bc

    BalasHapus

Himbauan bagi pengunjung agar dapat memberikan tanggapan atau komentar pada setiap artikel yang anda baca. Agar Blog ini menjadi lebih hidup. Dan tidak menutup adanya koreksi atau kritikan atas setiap Artikel yang dipublikasikan. Terima kasih