Strategi Pemasaran Bank Syariah Muamalat

Cafe of Life, Islamic Treasury, Everything about Islam, Economic of Islam, Islam Prayers, Islam as the Life Solution, Science in Religion, spiritual, Life Experience, Islam in Indonesia, Warung kehidupan, kumpulan doa, amalan dzikir, amalan wirid, pengalaman hidup.


Waktu itu BangZero sempat penasaran dengan iklan TV dan Banner mengenai kemudahan menabung di Bank Muamalat. Slogan kerennya waktu itu adalah "Beli Produk Shar'ie Sekarang juga" (kalau ga salah, udah lupa). Jujur ajah BangZero sangat-sangat penasaran dengan slogan iklan Bank Muamalat waktu itu. Sempat bertanya juga kepada petugas kantor pos (kebetulan memang ada bannernya), namun sayangnya sama sekali tidak memuaskan jawabannya...!!!
Akhirnya, setelah selidik punya selidik, baru BangZero memahami maksud iklan tersebut. Lalu karena tertarik akhirnya BangZero-pun "membeli" produk Shar'ie tersebut, alias membuka rekening Bank Muamalat, di Kantor POS...!! ;-p

Salah satu hal yang menjadi kekuatan dari Bank Muamalat adalah inovasinya melebarkan sayap jaringan perbankan melalui jaringan Kantor Pos. Itu suatu hal yang sangat bagus. Karena bagaimanapun disetiap kecamatan pasti memiliki kantor pos. Dan hal ini sangat penting jika dilihat dari sudut pandang strategi pemasaran. Karena dengan menyebarnya jaringan maka akan semakin mudah didalam "menangkap" nasabah sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah nasabah. Dan pada akhirnya akan semakin meningkatkan jumlah pendapatan dari Bank Muamalat itu sendiri.

Kekuatan dari sudut pandang pemasaran berupa jaringan yang menyebar juga sebaiknya dibarengi dengan layanan purna jual dan juga tim marketing yang mumpuni. Adanya tim marketing didalam suatu jaringan yang sudah menyebar akan semakin mempertajam daya serang didalam menghadapi persaingan usaha. Bisa kita bayangkan jika disetiap Kantor Pos, terdapat setidaknya minimal satu orang staf penjualan yang memahami product knowledge dari produk yang ditawarkan. Tentu hal ini akan semakin meningkatkan peluang menambah jumlah nasabah. Hal inilah yang belum nampak (setidaknya di lokasi BangZero) di jaringan Kantor Pos tersebut. Sebuah Tim Marketing. Yang mana mungkin akan mengimbas pada peningkatan biaya, namun secara signifikan juga akan menambah peluang pendapatan.

Bagaimanapun didalam mempromosikan suatu produk tetap saja kurang maksimal jika tidak didukung oleh adanya tim marketing sebagai ujung tombak. Bisa kita bayangkan bagaimana keampuhan sebuah tombak tanpa memiliki mata tombak yang tajam dan terbuat dari bahan yang terbaik. Tentu tombak itu tidak akan berfungsi dengan baik. Begitu pula didalam mem-promosikan sebuah produk. Bagaimanapun gencarnya promosi melalui iklan, tetap akan semakin baik jika didukung oleh tim pemasaran yang langsung masuk ke jantung pertahanan konsumen (pelanggan).

Hal kedua yang menjadi kekuatan dari jaringan yang menyebar adalah juga jika dibarengi dengan layanan purna jual. Satu hal yang membuat BangZero menutup rekening di Bank Muamalat adalah mengenai jaringan ATM. Meskipun memiliki kerja sama dengan jaringan ATM Bersama dan Bank-Bank besar lainnya, namun jika menghadapi tingkat tranasksi yang sangat tinggi didalam penggunaan ATM , akhirnya hal ini yang menjadi kendala bagi BangZero karena juga menambah biaya atas penggunaan jaringan yang "menumpang" tersebut. Tentu hal ini sangat memberatkan para pelaku bisnis jika setiap transaksi via ATM dikenakan biaya transaksi.


Namun demikian hal yang menjadi poin penting adalah terobosan melalui jaringan kantor pos adalah suatu hal yang sangat inovatif. Hanya tinggal memperkuat di segi pelayanan saja. Jika poin-poin tersebut berhasil dijalankan oleh Bank Muamalat hal ini tentu akan menjadikan Bank Muamalat sebagai salah satu Bank Syariah dengan jaringan terluas dan terbesar dengan harapan bertambahnya jumlah nasabah.

Pada akhirnya hal ini tentu sudah menjadi pemikiran bagi para pemangku kepentingan di Bank Muamalat itu sendiri karena itu semoga saja tulisan sederhana ini bisa semakin menambah keyakinan bagi mereka untuk terus berjuang agar sistem syariah berjaya di Indonesia dan Dunia. Semoga.

Artikel dipublikasikan juga di Kompasiana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Himbauan bagi pengunjung agar dapat memberikan tanggapan atau komentar pada setiap artikel yang anda baca. Agar Blog ini menjadi lebih hidup. Dan tidak menutup adanya koreksi atau kritikan atas setiap Artikel yang dipublikasikan. Terima kasih